Beranda Catatan Memperjuangkan Nara Reba Manggarai di Mata Google

Memperjuangkan Nara Reba Manggarai di Mata Google

Bulan keempat di nara-reba.blogspot.com boleh dibilang minim konten. Tidak banyak tulisan yang diposting di Blog Nara Reba. Gejala blog mati suri karena kehabisan ide? Tidak, bukan itu alasannya. Semuanya berawal dari ketersinggungan; tersinggung dengan Search Engine, mulai dari Google, Bing, Yahoo, MSN, Amazone, Wikipedia, Facebook, Twitter, sampai eBay. Betapa tidak, di awal bulan ketiga, ketika mengetikkan kata “Nara Reba” di kotak pencarian, nara-reba.blogspot.com ada di halaman sepuluh Google!! Itu termasuk mujur, di Yahoo, Bing, dan MSN, Nara Reba Manggarai bahkan belum terdaftar.

Episode penegakan harga diri dan pengembalian-nama-baik pun dimulai. Itu dianggap sebagai sebuah tantangan. Poinnya adalah “Bagaimana caranya agar Blog Nara Reba Manggarai bisa ada di halaman satu di setiap Mesin Pencarian di internet?” Ya, karena ternyata, punya kemampuan menulis saja masih belum cukup. Menulis yang diandaikan di sini adalah, ada bahan yang akan ditulis, ada kemampuan untuk menulis, ada alat untuk menulis, ada sarana untuk mempublikasikan tulisan. Lebih dari itu, salah satu hal yang tak kalah pentingnya adalah: adanya pembaca/ komunitas pembaca tulisan. Pertanyaannya adalah: bagaimana tulisan Nara Manggarai bisa dibaca kalau ia terkubur di halaman sepuluh? Bagaimanapun, di era superflash sekarang ini, pepatah itu ada benarnya juga: “tempat terbaik untuk menyembunyikan mayat adalah halaman dua Google.” Mengapa? Ya, karena tidak ada orang yang pernah ke sana. Katanyaaa…

Mari kita mundur ke belakang. Ketika sarana yang dipilih untuk mempublikasikan tulisan adalah Blog-nya Google, pada awalnya tidak terpikir sama sekali untuk mengutak-atik ikon dan tombol lain selain “Log in“, “Write a New Post“, “Edit“, “Preview“, dan “Post“. Tiga bulan pertama bergulat dengan Nara Reba Manggarai berjalan dengan pengulangan yang sama: masuk ke Blogger, buat tulisan baru, edit dan bubuhkan gambar, dilihat previewnya, serta diterbitkan. Hanya itu. Hasilnya? Yaaahh.. Begitulah. Bahkan di wilayah kekuasaan Google – Si Induk Semang, nara-reba.blogspot.com pun terdampar di halaman di sepuluh saat mengetikkan kata “Nara Reba”.

Ketersinggungan itu berbuah pencarian. Di bulan keempat, dasar-dasar Blog Google di cari dan dipelajari kembali: disalin ke notepad, dibaca berkali-kali, dan dipraktikkan berulang-ulang dengan metode “kubang kaut tahh“. Banyak hal lucu dan menarik yang terjadi selama itu. Templatenya error-lah, ada widget yang hilang-lah, tulisannya mencong kesana kemari-lah, tampilan versi mobile jadi aneh-lah. hahahaha… Hidup butuh proses belajar. Jatuh, bangun, terperosok, mendaki, terjatuh lagi, bangun lagi, itu semua biasa. Tetap berpegang teguh pada pepatah lama: “Intinya, bukan seberapa sering dan parahnya engkau jatuh, tetapi apakah kau mampu bangkit lagi dengan kekuatan yang lebih besar setelah jatuh.” That’s it!!’

Hasilnya, di awal bulan kelima, Nara reba sudah berada di halaman satu Google, Yahoo, dan Bing!! Bahkan, di Google, saat mengetikkan kueri “nara-reba.blogspot.com”, ada empat sitelink yang muncul. Sungguh sebuah kebanggaan. Nama baik dan harga diri itu akhirnya kembali dan ditegakkan.  Begitu pun ketika mengetikkan kata “Orang Manggarai”, “Lagu Manggarai“, “Orang Manggarai Flores“, “Orang Ruteng Manggarai“, atau “Budaya Orang Manggarai Flores“, Reba Manggarai tersenyum di halaman satu Google. Yeahh.. You Made it!!

Memang, masih banyak kekurangan terkait SEO (Search Engine Optimization) di Blog Nara Reba. Itu akan diperbaiki dalam bulan-bulan berikutnya.  Tetapi, satu hal yang kemudian menjadi inspirasi adalah, di Nara Reba Manggarai juga akan diposting tulisan-tulisan terkait Blogging dan Optimisasi Mesin Pencarian (SEO). Selain sebagai pengingat, semoga tulisan-tulisan itu juga dapat menjadi bahan untuk saling belajar dan berbagi antar sesama blogger, dan terutama antar kawan-kawan Nuca Lale – Manggarai Raya – Flores – NTT – Indonesia, yang ingin menuangkan gagasannya melalui Blog Google.

Akhir kata, saya ingin mengucapkan salam dan terimakasih kepada Ende – Ema, Inang – Amang, Ase – Ka’e, Eja – Kesa, Weta – Nara, dan Reba – Molas Manggarai – Flores – NTT yang selama ini telah memberikan kontribusi dan apresiasinya kepada Nara Reba Manggarai. 

Langkas Haeng Ntala, Uwa Haeng Wulang“, karena kita tak akan pernah kalah sampai kita berhenti!!

Budaya orang Flores
Artikel sebelumyaAir Mata Lanur
Artikel berikutnyaUsah diketuk; Tak Ada Orang di Rumah