Beranda Catatan Dari Kopi Tuang Sampai Kamus Bahasa Manggarai

Dari Kopi Tuang Sampai Kamus Bahasa Manggarai

“There’s always that first step in skating, from dry ground to slick ice, when it just seems impossible. Impossible that two thin blades of metal will support you, impossible that because its molecules have begun to dance a little slower water will hold you up.” – Carol Goodman

Blog Rumpu-Rampe, Awalnya
Theresia Maria Faustina Astrid Amalia Nara Reba Manggarai masuk Google! Wah, senangnya tak terbayangkan!! Ini blog iseng-iseng, awalnya. Awalnya dikelola dengan niat serius, lalu niat itu melempem seperti kerupuk tersiram air: termakan kesibukan, tergerus krisis pulsa modem, atau terabaikan gara-gara masalah sepele – bicara panjang lebar lebih mengasikkan ketimbang menulis panjang sekali, tentang Manggarai.

Tahun pertama (2013), saat akhirnya tulisan tentang Manggarai mulai ramai menghiasi beranda Google, tantangan itu muncul: bagaimana membuat Nara Reba menjadi rujukan tentang Manggarai di halaman satu setiap ‘search engine’. Ide-ide pun mulai bermunculan, serabutan. Tulisan demi tulisan, mulai dari pengalaman tentang merokok, kenangan tentang Langgo-Ruteng, atau setapak jejak di tanah rantau mulai pelan-pelan menghiasi halaman blog. Semuanya tercampur aduk menjadi satu. Lumayan kacau. Wah!!

Akhirnya, kekacauan itu bermuara di satu visi juga. Mirip chaos pada awal penciptaan, arahnya menuju ke proses evolusi dengan tujuan yang jelas juga pada akhirnya. Begitu pun niat untuk mengurusi blog yang acak-acakan ini, arahnya kemudian jelas: menulis tentang Manggarai – Flores. Tetapi, pertanyaan itu toh kemudian muncul juga: apa yang mau ditulis?

Dari Kopi Tuang ke Kamus Manggarai

Menulis tentang Manggarai. Tema itu begitu luas. Bahan-bahan mulai dari ide, cerita, gambar, lirik, lagu, artikel, buku-buku, sampai tulisan-tulisan di dunia maya, lantas mulai dikumpulkan. Belum rampung, memang. Bahan-bahan yang ada belum cukup lengkap untuk bisa menggambarkan, dalam deskripsi paling singkat sekalipun, tentang apa itu Manggarai, siapa itu orang Manggarai, bagaimana budaya Manggarai, dari mana sejarah Manggarai bermula, sampai ke apa saja  berita terbaru tentang Manggarai.

Satu yang menguatkan saya, selalu ada yang pertama untuk segala sesuatu. Semuanya layak dicoba, pantas untuk dimulai. Meski dengan sedikit bekal, saya yakin, menginjak usianya yang baru di tahun kedua, blog ini akan lebih informatif, bukan sekadar rumpu-rampe lagi. Semuanya dimulai dari pembatisan nama: dari nara-reba.blogspot.com menjadi narareba.com. Semoga dengan itu, dengan nama baru pemberian Google yang kini disandangnya, blog ini bisa cukup memberikan jawaban atas pertanyaan tentang Manggarai yang diketikkan di kotak pencarian Google.

Kamus Bahasa Manggarai - J.A.J Verheijen, SVDMaret ini, kira-kira di paruh kedua menjelang bulan berikutnya, blog ini sudah akan mulai dengan tampilan dan konten yang baru. Bagaimana persisnya? Mari kita tunggu bersama. Idenya sedang dimatangkan sekali lagi: diuji, dicoba, dan dibongkar-bangkir lagi sebelum akhirnya diluncurkan. Begitu pula dengan sumber-sumber baru, semuanya makin banyak di-browsing dan dicari, baik di alam nyata maupun dunia maya. Semoga itu bisa sedikit menambah bobot dibalik bentuk Nara Reba Manggarai yang masih jauh dari sempurna seperti sekarang ini.

Akhir kata, saya meminta maaf untuk Maret 2013 – Maret 2014, tahun pertama Nara Reba Manggarai: yang masih rumpu-rampe, yang masih ngalor-ngidul (ngalor awon ambe salen). Segala masukan, sumbang saran, dan terutama – bahan-bahan tentang Manggarai, sangat saya harapkan demi perbaikan blog ini dan demi makin lengkapnya info tentang kuni agu kalo di beranda Google.

Selamat membaca.

Artikel sebelumyaManggarainya Google Bukan Manggarainya Flores
Artikel berikutnyaMaaf, Saya Monyet