Beranda Sastra Catatan Yudas

Catatan Yudas

Catatan Yudas adalah sebuah puisi singkat yang ditulis dalam permenungan akan heningnya suasana di Kapel Biara Postulan OFM1Apa itu Postulan? Baca catatan kaki Nara Reba di: Tolong, Jangan Tambah Satu Lagi┬áSt. Bonaventura Pagal – Cibal, Manggarai, Flores.

Selepas dari lembah Kisol, saya menjalani masa setahun saya di sana, di tempat yang menyajikan pembelajaran tentang hidup yang sesungguhnya.

Kekayaan hidup, dilema-dilema dan dialektika kehidupan yang tidak dapat diselesaikan dalam alur berpikir yang mengandakan logika, diangkat dan ditematisasi di dalam sastra.- Dr. Paul Budi Kleden

Catatan Yudas

Orang terakhir di kapel..

Meniup lilin..

Matikan lampu

dan, menutup pintu..

Tinggal buku-buku..

Tinggal patung-patung batu..

Tinggal kedamaian…

Sabar menunggu pagi

Saat Kau Kembali..

Diperbaharui pada Februari 2015

Ada satu hal yang membuat saya dulunya betah berlama-lama di Kapel2Kapel Kapel (bahasa Inggris: Chapel) adalah lokasi tempat ibadah sekunder yang bukan merupakan tanggung jawab utama dari pastor paroki setempat, atau bisa juga merupakan milik individual atau lembaga tertentu. Mayoritas gereja-gereja berukuran besar memiliki satu atau lebih altar sekunder, yang bilamana menempati ruang yang terpisah, sering juga disebut sebagai kapel., menunggu hingga orang terakhir pulang: suasana damai yang tersisa. Suasana itu tak sama dengan hening yang terasa saat menjadi orang pertama yang tiba di Kapel sebelum kegiatan ibadat atau misa dimulai.

Ada aura magis yang melekat kuat di kapel dan di tempat ibadat manapun yang pernah saya datangi, bahwa tempat-tempat itu telah banyak mendengar banyak hal, bahkan yang tak tersampaikan dalam kata dan gerakan simbolik.

Kapel adalah ruang yang banyak mendengar tanpa banyak berpetuah. Ia akan selalu ada di sana, sabar menunggu ketika kau ingin membicarakan sesuatu, entah dengan Tuhan atau bahkan hanya dengan hati kecilmu sendiri.

Ada sebuah ucapan Dalai Lama: when you talk, you are only repeating what you already know. But if you listen, you may learn something new. Barangkali, karena ia adalah ‘tempat yang mendengarkan’, ia kaya dengan banyak hal, termasuk jawaban yang ia sampaikan dengan caranya sendiri lewat hening yang agung. Dalam arti itulah saya merasakan kehadiran Sang Pencipta.

Menjadi orang terakhir di Kapel juga berarti menjadi petugas yang harus meniup lilin, memastikan semua peralatan dan buku-buku ibadat dikembalikan ke tempatnya, memadamkan lampu, dan akhirnya menutup pintu. Meskipun itu terkesan sebagai tugas tambahan, dibanding dengan kedamaian yang diberikannya, saya selalu melakukannya lagi dan lagi.3Tugas-tugas ini harusnya dikerjakan oleh seminaris/postulan yang medapat jadwal piket sebagai petugas Koster. Di gereja atau paroki, koster dikenal sebagai salah satu pelayan yang melaksanakan tugas liturgis; kosterlah mengatur buku-buku liturgis, busana liturgis, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan perayaan misa dan ibadat di sebuah paroki.

Ah, titip rindu untuk Kapel.

Catatan Narareba:

  • 1
    Apa itu Postulan? Baca catatan kaki Nara Reba di: Tolong, Jangan Tambah Satu Lagi
  • 2
    Kapel Kapel (bahasa Inggris: Chapel) adalah lokasi tempat ibadah sekunder yang bukan merupakan tanggung jawab utama dari pastor paroki setempat, atau bisa juga merupakan milik individual atau lembaga tertentu. Mayoritas gereja-gereja berukuran besar memiliki satu atau lebih altar sekunder, yang bilamana menempati ruang yang terpisah, sering juga disebut sebagai kapel.
  • 3
    Tugas-tugas ini harusnya dikerjakan oleh seminaris/postulan yang medapat jadwal piket sebagai petugas Koster. Di gereja atau paroki, koster dikenal sebagai salah satu pelayan yang melaksanakan tugas liturgis; kosterlah mengatur buku-buku liturgis, busana liturgis, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan perayaan misa dan ibadat di sebuah paroki.
Artikel sebelumyaAZ: Catatan Seorang Awam Driyarkara
Artikel berikutnyaPamitan Yudas