Beranda Catatan AZ: Catatan Seorang Awam Driyarkara

AZ: Catatan Seorang Awam Driyarkara

Alumni Driyarkara pasti akrab dengan istilah ini: AZ, sebutan untuk mahasiswa “kaum awam” yang turut digembleng bersama para rohaniawan katolik di Sekolah Tinggi Filsafat itu. Catatan Seorang Awam Driyarkara adalah coretan lepas semasa kuliah, semacam coretan iseng seorang awam.

Jalan untuk memanusiakan manusia adalah melalui budaya, budaya yang tidak stagnan dan melahirkan anarki namun sebuah budaya yang berguna bagi sesama. – Prof. Dr. Nicolaus Driyarkara SJ (1913-1967).

Driyarkara, Jembatan Serong 100A

… ada yang tertulis: Anak-anak Terang…

Selebihnya, suara itu cuma sayup-sayup terdengar; antara nyata dan separuh sadar.

Kalau pun “dia” sedang menawarkan kami kesempatan untuk mengemukakan “terang apa yang paling kusukai..” (kedengarannya tak mungkin, mengingat sekarang situasinya di ruangan kampus, bukan di taman kanak-kanak), aku akan memilih “Terang Bulan”1Terang Bulan, itu nama yang akrab di telinga Orang Ruteng untuk menyebut kue Martabak manis atau Apam Balik, penganan sejenis kue dadar. Wikipedia menyebutkan, orang Indonesia Timur terkadang bingung kenapa Terang Bulan disebut “martabak” karena kue ini berbeda dengan kue lain yang “biasa” disebut martabak. Disebut Kue bulan atau terang bulan, mungkin karena bentuknya yang bulat seperti bulan..

Ya, selain kantuk yang memagut mata, ada lapar yang saat ini memeluk perut. Rasanya seperti sedang bermesraan dengan keabadian – pacar yang berikan kematian sekaligus kehidupan dalam kadar yang kelewat protektif.

Mata setengah terpejam, bibir separuh monyong, dan air muka ngantuk tanpa rasa bersalah telah jadi ciri khas di bulan-bulan terakhir. Oh iya, tambahkan lagi: insomnia akut, kantong mata tebal, kuku Grandong2Grandong adalah makhluk jadi-jadian bawahan Mak Lampir dalam Sinetron “Misteri Gunung Merapi yang populer pada akhir tahun 90-an: berwajah menyeramkan, berkulit hijau dengan mata merah menyala, serta rambut yang gondrong gimbal. Ternyata, di Banyuwangi dan Lampung, Grandong aslinya adalah sebutan untuk kendaraan bermotor rakitan bermesin diesel yang dijadikan alat angkutan. dan rambut kribo yang kelewat menyebalkan, serta lambung senewen dan kelangsingan yang kelewat batas. Lengkap sudah!!

Tidak salah kalau di kampus julukan itu melekat kelewat paten, AZ! selain OFM, SJ, CICM, SDB, SX dan Projo3OFM: Ordo Fratrum Minorum, SJ: Societas Jesu, CICM: Congregatio Immaculati Cordis Mariae, SDB: Salesian Don Bosco, SX: Serikat Xaverian, dan Projo: Imam Diosesan., di STF Driyarkara, adanya yah.. kami-kami ini: AZ. Bagi yang lain, itu mungkin singkatan dari Awam Zejati. Aihh.. Ancaman Zaman, itu lebih cocok!

Kadang, dalam perjalanan pergi-pulang – dan pergi lagi ke kampus, ingatan akan identitas itu terasa menyayat. Meski akhirnya luka yang menganga itu diperban dengan idiom kceil itu: “Apalah arti sebuah nama?” Toh, sebagian besar orang dilahirkan (atau minimal, diketahui akan lahir) dulu baru diberi nama. Tak ada nama yang mengawali sesuatu, kan? Sesuatu itu muncul dan baru diberi nama, tho? (kecuali nama-Nya, tentu).

Itu membuatku kembali ke AZ.. Anak-anak Zaman, mungkin itu lebih tepat. Setidaknya, nama itu lebih manusiawi..

Dan, langkah-langkah kaki serta kayuhan ini rasanya kembali – mantap mengarungi ruas dan bahu jalan. “Driyarkara, I’m coming!!”

Catatan diperbaharui pada Februari 2015

STF Driyarkara adalah Sekolah Tinggi Filsafat yang didirikan pada 1 Februari 1969 sebagai realisasi cita-cita Prof. Dr. N. Driyarkara, SJ untuk memajukan dan mengembangkan pengetahuan filsafat di kalangan masyarakat Indonesia4Info selengkapnya tentang STF Driyarkara, klik www.driyarkara.ac.id.*

Catatan Narareba:

  • 1
    Terang Bulan, itu nama yang akrab di telinga Orang Ruteng untuk menyebut kue Martabak manis atau Apam Balik, penganan sejenis kue dadar. Wikipedia menyebutkan, orang Indonesia Timur terkadang bingung kenapa Terang Bulan disebut “martabak” karena kue ini berbeda dengan kue lain yang “biasa” disebut martabak. Disebut Kue bulan atau terang bulan, mungkin karena bentuknya yang bulat seperti bulan.
  • 2
    Grandong adalah makhluk jadi-jadian bawahan Mak Lampir dalam Sinetron “Misteri Gunung Merapi yang populer pada akhir tahun 90-an: berwajah menyeramkan, berkulit hijau dengan mata merah menyala, serta rambut yang gondrong gimbal. Ternyata, di Banyuwangi dan Lampung, Grandong aslinya adalah sebutan untuk kendaraan bermotor rakitan bermesin diesel yang dijadikan alat angkutan.
  • 3
    OFM: Ordo Fratrum Minorum, SJ: Societas Jesu, CICM: Congregatio Immaculati Cordis Mariae, SDB: Salesian Don Bosco, SX: Serikat Xaverian, dan Projo: Imam Diosesan.
  • 4
    Info selengkapnya tentang STF Driyarkara, klik www.driyarkara.ac.id
Artikel sebelumyaTolong, Jangan Tambah Satu Lagi
Artikel berikutnyaCatatan Yudas