Hanyut Tidak Larut, Menjulang Tidak Terbang

Kami adalah putera-puteri pegunungan. Lahir dan tumbuh di ketinggian 1200 mdpl. Di Ruteng. Di kaki Golo Lusang dan rerangkaian puncak Mandosawu yang menjulang hingga 2400 meter di atas permukaan laut.

Dibesarkan di dataran setinggi itu, kami lebih akrab dengan kopi dan padi ketimbang bawang dan kelapa. Padi, dengan filosofinya tentang kerendahan hati, tentang semakin berisi semakin merunduk.

Juga kopi, dengan filosofinya tentang jati diri. Bahwa tumbuh di tempat yang berbeda menjadikannya punya rasa dan karakter yang berbeda pula.

Kami agak asing memaknai kearifan bawang merah yang serupa misteri di balik Matryoshka, 'boneka bersarang' dari Rusia. Begitu pula dengan kelapa, tumbuhan yang dalam taksonomi KTP kerajaan Plantae diberi nama Cocos nucifera.

Tidak heran, mengupas kelapa akan jadi pekerjaan rumah yang tidak mudah saban ingin merasakan gurihnya opor ayam atau nikmatnya kolak singkong. Mengupas serabutnya sendiri akan butuh waktu bermenit-menit. Pun setelah itu, butuh tangan yang cekatan agar batoknya bisa terkelupas sempurna tanpa harus hancur dalam kepingan.

Belum lagi pekerjaan parut kelapa. Yang kadang mengorbankan kuku jempol dan telunjuk. Atau setelahnya, memeras parutannya menjadi santan. Betapa menikmati opor atau kolak yang enak itu melibatkan perangkat yang tidak sedikit dan butuh proses yang tidak sebentar. Ah..

Bertahun-tahun kemudian, saat telah merantau dan mengunjungi sekian tempat di belahan bumi tropis, ada hal menarik yang saya jumpai. Selalu ada kelapa dan komunitas Flobamora - Flores, Sumba, Timor, Alor, Rote, Sabu Raijua.

Kelapa lantas memunculkan pemaknaan tersendiri. Tentang filosofi merantau. Tentang mengembara ke setiap pesisir dan hidup. Bertumbuh dengan mengakar ke bawah dan menjulang ke atas. Menjadi semakin kokoh dari sekian jenis terpaan hidup.

Lalu setelahnya menjadi naungan, juga sandaran, atau sekedar pelepas dahaga untuk perantau berikutnya, yang baru saja melabuhkan kapalnya dari kampung halaman..

Kelapa. Yang hanyut tetapi tidak larut. Yang menjulang tetapi tidak terbang.

Hanyut Tidak Larut, Menjulang Tidak Terbang

*Kuta. Februari 2020.

COMMENTS

Nama

Artikel,1,Catatan,85,Internet,2,Lirik Lagu,24,Warganet,1,
ltr
item
Narareba: Hanyut Tidak Larut, Menjulang Tidak Terbang
Hanyut Tidak Larut, Menjulang Tidak Terbang
Pohon kelapa dan filosofi seorang perantau; yang hanyut tetapi tidak larut, yang menjulang tetapi tidak terbang.
https://1.bp.blogspot.com/-n9xtgFufInM/Xm-UeND8hMI/AAAAAAAAM1U/xMzkXomG8kkIy8e2KQ_3NHerA8bCwEDvgCNcBGAsYHQ/s640/Hanyut%2BTidak%2BLarut%252C%2BMenjulang%2BTidak%2BTerbang.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-n9xtgFufInM/Xm-UeND8hMI/AAAAAAAAM1U/xMzkXomG8kkIy8e2KQ_3NHerA8bCwEDvgCNcBGAsYHQ/s72-c/Hanyut%2BTidak%2BLarut%252C%2BMenjulang%2BTidak%2BTerbang.jpg
Narareba
https://www.narareba.com/2020/02/hanyut-tidak-larut-menjulang-tidak-terbang.html
https://www.narareba.com/
https://www.narareba.com/
https://www.narareba.com/2020/02/hanyut-tidak-larut-menjulang-tidak-terbang.html
true
1096906672993080233
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Daftar Isi