"Kompiang": Oleh-oleh Beraroma Perang

Kompiang. Para perantau asal Ruteng-Manggarai pasti akrab dengan bunyi itu. Kompiang adalah satu dari sedikit oleh-oleh yang hanya bisa di dapatkan di daerah asal mereka, sebuah willayah yang terletak di ujung barat pulau Flores.

Menggigit Kompiang berarti menghadirkan ingatan tentang hangat kenyamanan rumah dan sejuk hawa pegunungan di ujung lidah. Tidak banyak yang tahu, pada saat yang sama, ada kenangan berusia 452 tahun yang ikut lenyap tertelan.
Kompiang. Para perantau asal Ruteng-Manggarai pasti akrab dengan bunyi itu. Kompiang adalah satu dari sedikit oleh-oleh yang hanya bisa didapatkan di daerah asal mereka, sebuah willayah yang terletak di ujung barat pulau Flores.

Kompiang. Bila dibandingkan dengan oleh-oleh khas Ruteng lainnya, nama itu agak tak biasa; terdengar asing sekaligus akrab di saat yang sama. Asing, karena nama itu lebih terdengar seperti sebuah kata bahasa Mandarin. Akrab, karena pada kata itu melekat ingatan tentang Ruteng, sebuah kota kecil yang terletak di kaki pegunungan Mandosawu.

Berbentuk bulat mirip Bakpau dengan tekstur yang keras dan legit. Warna cokelat yang dimilikinya terbentuk oleh pembakaran di atas bara atau di oven. Taburan wijen di atasnya membuatnya dikenal dengan nama 'Kompiang Longa". Longa adalah kata bahasa Manggarai untuk wijen. Pada awal tahun tujuhpuluhan, saat Kompiang masih dijajakan dengan cara dor to dor, warga kota Ruteng akrab dengan teriakan “Kompiang longa, Kompiang longa!!” pada pagi hari.

“Kompiang yang paling terkenal saat itu adalah Kompiang buatan Baba Acu yang dijajakan secara keliling oleh beberapa anak laki-laki,” begitu ungkap Elda Man, pemilik Kantadela Catering asal Ruteng-Manggarai yang tinggal di Depok - Jawa Barat. "Baba" adalah istilah khas Manggarai untuk menyebut warga keturunan Tionghoa di Manggarai.

Bahan-bahan pembuatannya sebenarnya cukup sederhana: tepung terigu, ragi, air hangat, garam, gula pasir, air khi/lye water, minyak goreng dan wijen. “Lebih enak kalau dibakar seperti Pizza ketimbang pakai oven, hasilnya juga lebih legit” jelas Elda menambahkan.

Elda adalah satu dari sedikit perempuan Manggarai di perantauan yang tahu cara pembuatan Kompiang. “Resepnya dulu dari mama,” katanya sambil membuka sebuah buku resep tulis bersampul hijau yang berisi resep-resep masakan warisan dari ibunya, Martina Pune. “Dulu, mama bisa dapat resep ini karena banyak bergaul dengan baba,” kenang Elda.

Tentang mengapa tidak banyak perantau asal Manggarai yang tahu cara pembuatan Kompiang, istri dari Ferdinandus Sentosa Nggao ini menjelaskan bahwa warga keturunan Tionghoa yang tinggal di Ruteng tidak memberikan resepnya kepada sembarang orang. “Kompiang itu makanan khas mereka. Dulu, sebelum dikomersilkan seperti sekarang, kompiang adalah kue yang hanya dibuat di hari-hari perayaan khususnya orang China, terutama saat mereka memberikan persembahan di kuburan,” imbuhnya.

Elda tidak banyak mengungkapkan cara dan proses pembuatan Kompiang. “Setiap orang bisa saja tahu bahannya tetapi menghadirkan rasa khas Ruteng, itu ada seninya tersendiri,” kata Elda. “Itu tergantung dari tangan masing-masing orang,” lanjut ibu dari Theresia Angelica Kantadela Nggao ini. Rahasia tentang “Kompiang Ruteng” pun akhirnya kembali terkunci rapat.

Mungkin, itulah alasan mengapa tidak banyak orang yang mengenal rahasia pembuatan Kompiang. Resepnya hanya diketahui oleh warga keturunan Tionghoa yang tinggal di Ruteng dan oleh sedikit orang yang beruntung bisa dibagikan rahasia itu. Bagi para perantau asal Manggarai-Flores, Kompiang akhirnya menjadi identik dengan panganan khas yang hanya bisa didapat di Ruteng. Mencicipi Kompiang sebagai oleh-oleh ibarat membawa ingatan tentang Ruteng dan menghadirkan kembali kenangan tentang masa-masa saat masih menghirup sejuknya hawa kota yang terkenal dengan julukan “Kota Dingin” itu.

Bagi warga keturunan Tionghoa, terutama yang berasal dari Fujian-China, Kompiang adalah ingatan tentang leluhur mereka, Qi Jiguang, seorang Jenderal pada masa Dinasti Ming yang berhasil memukul mundur para bajak laut Jepang pada pertempuran di pesisir Provinsi Fujian - Cina pada tahun 1962.

Nama Qi Jiguang kemudian diabadikan pada roti yang pada pertempuran itu menjadi bekal bagi para tentara di bawah pimpinan Qi Jiguang; roti itu diberi nama Guang-biang. Melalui para perantau dari Negeri Tirai Bambu, Guang-biang akhirnya tersebar ke wilayah Malaysia dan Indonesia, lalu mendapat nama yang sedikit berbeda: Kompyang atau Kompiang.

Begitulah, makanan memang bukan melulu soal hidangan di atas meja atau ritual transformasi eksotika alam ke dalam cita rasa. Makanan juga adalah penggugat kenangan. Bagi para perantau asal Manggarai-Flores, Kompiang adalah roti bertabur wijen yang mengingatkan mereka tentang Ruteng dan masa-masa indah saat masih berada di kampung halaman. Di tempat lahirnya, Kompiang adalah kenangan akan nama seorang Jenderal, sebuah prasasti perang berusia 452 tahun.
"Kompiang": Oleh-oleh Beraroma Perang
Gambar dari sobat blogger: http://softshellcrabtemaki.blogspot.com
Aslinya, artikel ini ditulis untuk sebuah "tugas". Maaf bila banyak yang masih kurang.
Nama

Ahok,1,Aksi Damai,6,Aku Mencintaimu Dalam Tulisan,5,Belajar Bahasa Manggarai,1,Catatan Nara Reba,27,Cerita Nara Reba,30,Dapur,1,Enu Molas,1,Foto Daerah Manggarai,1,Foto Nikita Mirzani,8,Ivan Nestorman,21,Jejak Nara Reba,14,Jejak Nikita Mirzani,3,Jokowi,5,Konferensi Pers,1,Lagu Daerah Manggarai,24,Nara Reba: Friends,2,Nara Reba: Profile,8,Nikita Mirzani,14,Pemerintah Daerah Manggarai,11,Pilkada Manggarai,42,Puisi Nara Reba,13,Pulau Flores,1,Religiositas Orang Manggarai,6,Review,2,SBY,2,Trending Topic,14,Unjuk Rasa,7,Video Daerah Manggarai,6,Video Nikita Mirzani,3,
ltr
item
NARAREBA.COM: "Kompiang": Oleh-oleh Beraroma Perang
"Kompiang": Oleh-oleh Beraroma Perang
Kompiang. Para perantau asal Ruteng-Manggarai pasti akrab dengan bunyi itu. Kompiang adalah satu dari sedikit oleh-oleh yang hanya bisa di dapatkan di daerah asal mereka, sebuah willayah yang terletak di ujung barat pulau Flores.
http://2.bp.blogspot.com/-wSsk8MI2nnw/UwONQr6gIfI/AAAAAAAAA1E/52esVHoNdFM/s1600/kompiang+-+ruteng.JPG
http://2.bp.blogspot.com/-wSsk8MI2nnw/UwONQr6gIfI/AAAAAAAAA1E/52esVHoNdFM/s72-c/kompiang+-+ruteng.JPG
NARAREBA.COM
http://www.narareba.com/2014/02/kompiang-oleh-oleh-beraroma-perang.html
http://www.narareba.com/
http://www.narareba.com/
http://www.narareba.com/2014/02/kompiang-oleh-oleh-beraroma-perang.html
true
1096906672993080233
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy